WORDS OF WISDOM

Nasihat Bijak

Di bawah ini adalah kumpulan Nasihat Orang Bijak yang bertujuan dan ditujukan :

a. Untuk mengetahui hikmat dan didikan

b. Untuk mengeri kata-kata bermakna

c. Untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran

d. Untuk memberikan kecerdasan, pengetahuan, pengertian dan kebijaksanaan khususnya bagi orang muda  :

1.*"Berapa lama lagi, hai orang yang tidak berpengalaman kamu masih cinta kepada keadaanmu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?". *Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal dibinasakan oleh kelalaiannya.
2.*Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya. 
3.*Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. *Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedang yang diminta ada padamu. *Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. 
4.*Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan. 
5.*Lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku? *janganlah membiarkan matamu tidur, dan kelopak matamu mengantuk;lepaskanlah dirimu seperti kijang dari pada tangkapan, seperti burung dari pada tangan pemikat. Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" --maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. 
6.*Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,
7.*Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku,kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi
8.*Bukankah hikmat berseru-seru, dan kepandaian memperdengarkan suaranya?Di atas tempat-tempat yang tinggi di tepi jalan, di persimpangan jalan-jalan, di sanalah ia berdiri, di samping pintu-pintu gerbang, di depan kota, pada jalan masuk, ia berseru dengan nyaring:Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu. 
9*Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya, berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah. Jikalau engkau bijak, kebijakanmu itu bagimu sendiri, jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya. "Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada orang yang tidak berakal budi katanya:"Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya." 
10.*Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya. *Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya *Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu. *Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh *Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui *Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi. *Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam. *Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya, tetapi yang menjadi kebinasaan bagi orang melarat ialah kemiskinan. *Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat. *Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat adalah orang bebal. *Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi. *Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi. *Seperti cuka bagi gigi dan asap bagi mata, demikian si pemalas bagi orang yang menyuruhnya.
11.*Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri. *Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara. *Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada. *Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri. *Orang fasik membuat laba yang sia-sia, tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap. *Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian. *Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. *Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. *Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum. *Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan. *Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda. *Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak. *Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang. 
12.*Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu. *Setiap orang dipuji seimbang dengan akal budinya, tetapi orang yang serong hatinya, akan dihina. *Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan. *Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi. *Orang jahat terjerat oleh pelanggaran bibirnya, tetapi orang benar dapat keluar dari kesukaran. *Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya. *Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak. *Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh. *Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil, tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya. *Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. *Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. *Tipu daya ada di dalam hati orang yang merencanakan kejahatan, tetapi orang yang menasihatkan kesejahteraan mendapat sukacita.*Orang yang bijak menyembunyikan pengetahuannya, tetapi hati orang bebal menyeru-nyerukan kebodohan. *Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. *Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia. *Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. 
13.*Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan. *Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan. *Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak. *Kekayaan adalah tebusan nyawa seseorang, tetapi orang miskin tidak akan mendengar ancaman. *Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat. *Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya. *Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. *Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut. *Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan. *Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati. *Keinginan yang terlaksana menyenangkan hati, menghindari kejahatan adalah kekejian bagi orang bebal. *Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. *Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.
14.*Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya. *Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia, sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh. *Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya. *Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya. *Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya. *Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. *Di dalam tertawa pun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan. *Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya. *Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman. *Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar. *Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan. *Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak. *Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan? Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia. *Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja. *Mahkota orang bijak adalah kepintarannya; tajuk orang bebal adalah kebodohannya. *Saksi yang setia menyelamatkan hidup, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan adalah pengkhianat. *Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. *Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut. *Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah. *Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan. *Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. *Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia. *Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.
15.*Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. *Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. *Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. *Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak. *Bibir orang bijak menaburkan pengetahuan, tetapi hati orang bebal tidak jujur. *Si pencemooh tidak suka ditegur orang; ia tidak mau pergi kepada orang bijak. *Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. *Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan. *Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta. *Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian. *Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan. *Jalan si pemalas seperti pagar duri, tetapi jalan orang jujur adalah rata. *Anak yang bijak menggembirakan ayahnya, tetapi orang yang bebal menghina ibunya. *Kebodohan adalah kesukaan bagi yang tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai berjalan lurus. *Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak. *Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! *Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup. *Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat. *Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati, dan kabar yang baik menyegarkan tulang. *Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. *Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi. *Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan. 
16.*Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. *Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. *Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia. *Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan. *Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya. *Kegeraman raja adalah bentara maut, tetapi orang bijak memadamkannya. *Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi. *Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak. *Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya. *Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. *Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak. *Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan. *Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya. *Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan. *Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. *Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. *Rasa lapar bekerja untuk seorang pekerja, karena mulutnya memaksa dia. *Orang yang tidak berguna menggali lobang kejahatan, dan pada bibirnya seolah-olah ada api yang menghanguskan. *Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib. *Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan membawa dia di jalan yang tidak baik. *Siapa memejamkan matanya, merencanakan tipu muslihat; siapa mengatupkan bibirnya, sudah melakukan kejahatan. *Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran. *Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.* 
17.*Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan. *Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat, seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang mencelakakan. *Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya; siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman. *Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka. *Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib. *Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal. *Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak, dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya. *Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya. *Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai. *Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. *Siapa suka bertengkar, suka juga kepada pelanggaran, siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran. *Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka. *Siapa mendapat anak yang bebal, mendapat duka, dan ayah orang bodoh tidak akan bersukacita. *Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. *Orang fasik menerima hadiah suapan dari pundi-pundi untuk membelokkan jalan hukum. *Anak yang bebal menyakiti hati ayahnya, dan memedihkan hati ibunya. *Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin. *Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.